web analytics
Praktik Komunikasi Data

Tutorial Pengalamatan IP, Subnetting dan CIDR (Part 2)

 

Tutorial Pengalamatan IP Dilengkapi Cara Menenukan Alamat Subnetting ( Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, Alamat Host – Broadcast )

KELAS : TT – 5D

NAMA KELOMPOK : 1. AINUNNISHA M. P (1315030031)

 : 2. NADIAH NUR ATIKAH (1315030066)

: 3. YUSRIYYAH (1315030088)

TGL. PENYERAHAN LAP. : 11 – 01 – 2018

DOSEN : EDWARD ADIPUTRA, S.Tr.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2018

 

 

Tutorial Pengalamatan IP Dilengkapi Cara Melakukan Subnetting ( Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, Alamat Host – Broadcast )

A. DASAR TEORI

1. IP Address dan DNS

IP Address, adalah alamat sesungguhnya pada sebuah komputer atau host (sesuatu yang dianggap sebagai komputer, seperti HP, server, router dan lainnya). Jika selama ini kita menggunakan nama ‘google.com’ sebagai nama panggil dari situs google, maka sebenarnya nama tersebut hanyalah terjemahan pada bahasa manusia. Alamat sesungguhnya adalah berupa susunan yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu IP Address. Proses penterjemahan adalah menggunakan metode yang diberi nama DNS (Domain Name System). IP Address saat ini telah mencapai versi 6. Namun jenis IP yang digunakan saat ini paling populer adalah IP Address versi 4.

IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.

1. Kelas A

Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar.

Bit Pertama : 0

Net-ID : 8 bit

Host-ID : 24 bit

Range IP : 1.xxx.xxx.xxx – 126.xxx.xxx.xxx

Jumlah IP : 16.777.214

Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.

2. Kelas B

2 Bit Pertama : 10

Net-ID : 16 bit

Host-ID : 16 bit

Range IP : 128.xxx.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx

Jumlah IP : 65.532

  1. Kelas C

3 Bit Pertama : 110

Net-ID : 24 bit

Host-ID : 8 bit

Range IP : 192.xxx.xxx.xxx – 223.255.255.255

Jumlah IP : 254

4. Kelas D

4 Bit Pertama : 1110

Byte Inisial : 224 – 247

Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID.

5. Kelas E

4 Bit Pertama : 1111

Byte Inisial : 248 – 255

Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental

1.1 Syarat Pengalamatan Komputer

IP Addressing, atau pengalamatan komputer, dalam IP Versi 4 memiliki syarat-syarat tertentu, antara lain :

  • IP Address dengan nomer belakang 0 tidak boleh digunakan untuk pengalamatan host atau komputer. Karena IP belakang 0 adalah network ID, atau penyebutan seluruh network. Misal : 192.168.100.0, adalah penyebutan seluruh network yang berawal 192.168.100.x
  • IP Address dengan nomer belakang 255 tidak boleh digunakan untuk pengalamatan host atau komputer. Karena IP belakang 0 adalah alamat broadcast. Seluruh komputer dalam network akan mengadakan proses broadcast untuk memberitahukan proses update yang terjadi dalam satu komputer terhadap network.
  • IP Address 127.0.01 sebaiknya tidak digunakan dalam pengalamatan komputer. Bisa digunakan, namun disarankan untuk tidak, karena IP 127.0.0.1 adalah komputer itu sendiri, komputer masing-masing. Dalam dunia network, nomer tersebut dianggap sebagai loopback.
  • IP Address 192.168.x.x, 172.16.x.x, 10.x.x.x sebaiknya tidak digunakan dalam pengalamatan IP Publik. Karena alamat tersebut dialokasikan untuk komputer dalam local area network. Dalam networking, terdapat wilayah network atau skop network, yaitu LAN (local area network), WAN (wide area network) dan internet. Pemisahan tersebut dilakukan agar dapat hemat IP Address publik.

2. Subnetting

Subnet adalah tahapan untuk membagi kembali network, menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil, dengan cara mengambil beberapa bit depan angka host, sebagai angka subnet.

Apakah maksudnya?

Akan diambil contoh sebuah netID : 192.168.100.0/24 berarti jaringan Net ID 24 bit. Berisi (28)-2 = 254.

Susunan Net ID dan Host ID adalah :

Kemudian karena kebutuhan network, akan diberikan notasi baru:

Diambil 3 bit angka host sebagai subnet. Maka di dalam network tersebut terdapat beberapa hal berikut :

  1. Jumlah bit subnet adalah 3 bit
  2. Jumlah bit host adalah 5 bit
  3. Jumlah subnet adalah 23 = 8 (menentukan subnet tidak dikurangi 2)
  4. Jumlah host dalam satu subnet adalah (25)-2 = 30 host.
  5. Jumlah prefix adalah (angka network + angka subnet) = 24 + 3 = 27
  6. Notasi baru untuk susunan IP Address tersebut adalah 192.168.100.0/27
  7. Subnet yang ada adalah :
  • Subnet 1 dengan angka bit subnet 000 : -> 192.168.100.0
    • IP yang dapat digunakan 192.168.100.1-192.168.100.30
    • angka broadcast 192.168.100.31
  • Subnet 2 dengan angka bit subnet 001 : -> 192.168.100.32
    • IP yang dapat digunakan 192.168.100.33-192.168.100.62
    • angka broadcast 192.168.100.63
  • Subnet 3 dengan angka bit subnet 010 : -> 192.168.100.64
    • IP yang dapat digunakan 192.168.100.65-192.168.100.94
    • angka broadcast 192.168.100.95
  • Subnet 4 dengan angka bit subnet 011 : -> 192.168.100.96
    • IP yang dapat digunakan 192.168.100.97-192.168.100.126
    • angka broadcast 192.168.100.127
  • Subnet 5 dengan angka bit subnet 100 : -> 192.168.100.128
    • IP yang dapat digunakan 192.168.100.129-192.168.100.158
    • angka broadcast 192.168.100.159
  • Subnet 6 dengan angka bit subnet 101 : -> 192.168.100.160
    • IP yang dapat digunakan 192.168.100.161-192.168.100.190
    • angka broadcast 192.168.100.191
  • Subnet 7 dengan angka bit subnet 110 : -> 192.168.100.192
    • IP yang dapat digunakan 192.168.100.193-192.168.100.222
    • angka broadcast 192.168.100.223
  • Subnet 8 dengan angka bit subnet 111 : -> 192.168.100.224
    • IP yang dapat digunakan 192.168.100.225-192.168.100.254
    • angka broadcast 192.168.100.255

2.1 Perhitungan Subnetting dan Broadcast Address

Broadcast Address

IP Broadcast adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari contoh di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255. Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host. Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah:

  • Jumlah Subnet,
  • Jumlah Host per Subnet,
  • Blok Subnet, dan
  • Alamat Host – Broadcast.

Jumlah Subnet = 2X

 

 

Dimana x adalah banyaknya binari/angka 1 pada oktet terakhir subnet mask.

Kelas A = 3 oktet terakhir

Kelas B = 2 oktet terakhir

Kelas C = 1 oktet terakhir

Jumlah Host per Subnet = 2Y – 2

 

Dimana y adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari/angka 0 pada oktet terakhir subnet mask

Kelas A = 3 oktet terakhir

Kelas B = 2 oktet terakhir

Kelas C = 1 oktet terakhir

Blok Subnet = 256 – nilai oktet terakhir subnet

mask

Host dan Broadcast

  • host pertama adalah 1 angka setelah subnet
  • broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya mask

Contoh Soal dan Pembahasan :

  1. Soal Pilihan ganda

1. Range IP yang bisa digunakan pada 178.20.21.13/22 adalah…
A. 178.20.21.0-178.20.21.255
B. 178.20.21.1-178.20.22.254
C. 178.20.20.1-178.20.23.254
D. 178.20.20.0-178.20.23.255
E. 178.20.20.0-178.20.23.254

Cara Penyelesaian :
Subnet Mask dari /22 : 255.255.252.0 ( IP Kelas B )
Block Subnet : 256-252 = 4 ( 0, 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, … )
Host ID dari 178.20.21.13 berada di antara block subnet 20 – 24
IP Network         : 178.20.20.0
IP Host               : 178.20.20.1 – 178.20.23.254
IP Broadcast       : 178.20.23.255
Jadi, Range IP yang bisa digunakan : D. 178.20.20.0-178.20.23.255

2. IP Network dan subnetmask  dari 195.20.30.1/23 adalah…

A. 195.20.30.0 dan 255.255.255.252
B. 195.20.30.0 dan 255.255.254.0
C. 195.20.30.1 dan 255.255.252.0
D. 195.20.29.0 dan 255.255.254.0
E. 195.20.30.0 dan 255.255.252.0

Cara Penyelesaian :
Subnet Mask dari /23 : 255.255.254.0
Block Subnet : 256-254 = 2 ( 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24, 26, 28, 30, 32, … )
IP Host dari 195.20.30.1 menggunakan IP Network 195.20.30.0
Jadi, IP Network dan subnetmask  dari 195.20.30.1/23 adalah : B. 195.20.30.0 dan 255.255.254.0

3. Jumlah ip yang dapat digunakan pada 202.159.10.102/25 adalah…
A. 128
B. 64
C. 30
D. 62
E. 126


Cara Penyelesaian :

Subnet Mask dari /25 : 255.255.255.128
Binary dari /25 : 11111111.11111111.11111111.10000000
Jumlah ip :  =  = 128
Jadi, Jumlah ip yang dapat digunakan pada 202.159.10.102/25 adalah : A. 128

4. IP terakhir yang dapat digunakan pada 208.10.12.33/29 adalah…
A. 208.10.12.48
B.  208.10.12.47
C. 208.10.11.46
D. 208.10.12.46
E. 208.10.11.48

Cara Penyelesaian :
Subnet Mask dari /29 : 255.255.255.248 ( IP Kelas C )
Block Subnet : 256-248 = 8 ( 0, 8, 16, 24, 32, 40, 48, … )
IP Network     : 208.10.12.40
IP Awal           : 208.10.12.41
IP Akhir          : 208.10.12.46
IP Broadcast   : 208.10.12.47
Jadi, IP terakhir dari Host 208.10.12.33 adalah : D. 208.10.12.46

  1. IP Pertama dan terakhir yang dapat kita gunakan pada 130.12.12.195/26 adalah…
    A. 130.12.12.193 dan 130.12.12.254
    B. 130.12.12.192 dan 130.12.12.254
    C. 130.12.12.191 dan 130.12.12.255
    D. 130.12.12.190 dan 130.12.12.252
    E.  130.12.12.191 dan 130.12.12.254

Cara Penyelesaian :
Subnet Mask dari /26 : 255.255.255.192 ( IP Kelas C )
Block Subnet : 256-192 = 64 ( 0, 64, 128, 192, 255 )
IP Network     : 130.12.12.192
IP Awal           : 130.12.12.193
IP Akhir          : 130.12.12.254
IP Broadcast   : 130.12.12.255
Jadi, IP pertama dan terakhir dari IP Address 130.12.12.195/26 adalah : A. 130.12.12.193 dan 130.12.12.254

6.  IP Host yang valid pada 178.167.10.234/29 adalah…
A. 178.167.10.236
B. 178.167.10.231
C. 178.167.10.233
D. 178.167.10.238
E.  178.167.10.230


Cara Penyelesaian :

Subnet Mask dari /29 : 255.255.255.248 ( IP Kelas C )
Block Subnet : 256-248 = 8 ( 0, 8, …, 224, 232, 240, 248 )
Host ID dari 178.167.10.234 berada di antara block subnet 232 – 240

IP Network     : 178.167.10.232
IP Host            :178.167.10.233 – 178.167.10.238
IP Broadcast   : 178.167.10.239
Jadi, IP host yang valid pada 178.167.10.234/29 adalah : D. 178.167.10.238

7.   Berapa network id dan broadcast id dari 160.132.34.23/23 adalah……
A. 160.132.34.0 dan 160.132.35.255
B.  160.132.34.0 dan 160.132.34.255
C.  160.132.34.1 dan 160.132.34.254
D.  160.132.34.1 dan 160.132.35.255
E.  160.132.34.0 dan 160.132.35.254

Cara Penyelesaian :
Subnet Mask dari /23 : 255.255.254.0 ( IP Kelas B )
Block Subnet : 256-254 = 2 ( 0, 2, …, 30, 32, 34, 36, … )
Host ID dari 160.132.34.23 berada di antara block subnet 34 -36
IP Network                 : 160.132.34.0
IP Host                        : 160.132.34.1 160.132.34.254
IP Broadcast               : 160.132.35.255
Jadi Network ID dan Braodcast nya : A. 160.132.34.0 dan 160.132.35.255

8.  Subnetmask dari 189.89.20.34/19 adalah….
A.    255.255.255.224
B.     255.255.192.0
C.     255.255.224.0
D.    255.255.252.0
E.     255.255.240.0

Cara Penyelesaian :
Subnetmask dari /29 diatas adalah 255.255.224.0 maka jawaban diatas adalah : C. 255.255.224.0

9.   Jumlah ip yang bisa digunakan pada 178.56.54.34/22 adalah…
A. 1022
B.  1024
C.  2048
D.  2046
E.  512

 

Cara Penyelesaian :
Prefix /22 mempunyai banyak interval 1024, dikurangi dengan IP Network dan IP Broadcast, Jadi 1024 – 2 = 1022 ; A. 1022

10.  IP valid terakhir pada subnet 192.168.4.32/29 adalah…
A.  192.168.4.36
B.  192.168.5.38
C.  192.168.4.37
D.  192.168.4.38
E.   192.168.5.37

Cara Penyelesaian :

Subnet Mask dari /29 : 255.255.255.248 ( IP Kelas C )
Block Subnet : 256-248 = 8 ( 0, 8, 16, 24, 32, 40 …)
Host ID dari 192.168.4.32 berada di antara block subnet 32 – 40
IP Network     : 192.168.4.32
IP Awal           : 192.168.4.33
IP Akhir          : 192.168.4.38
IP Broadcast   : 192.168.4.40
Jadi, IP Akhir yang bisa digunakan adalah : D. 192.168.4.38

11.  Range ip host dari 10.20.30.40/27 adalah…
A. 10.20.30.33 –  10.20.30.61
B.  10.20.30.32 –  10.20.30.62
C.  10.20.30.32 –  10.20.30.61
D.  10.20.30.33 –  10.20.30.62
E.   10.20.30.31 –  10.20.30.61

Cara Penyelesaian :
Subnet Mask dari /27 : 255.255.255.224 ( IP Kelas C )
Block Subnet : 256-224 = 32 ( 0, 32, 64, 96 …)
Host ID dari 10.20.30.40 berada di antara block subnet 32 – 64
IP Network     : 10.20.30.32
IP Awal           : 10.20.30.33

IP Akhir          : 10.20.30.62
IP Broadcast   : 10.20.30.63
Jadi, Range IP Host dari 10.20.30.40/27 adalah : D. 10.20.30.33 – 10.20.30.62

12.  Dari ip addres 17.8.19.45, netmask yang digunakan untuk kebutuhan 32 subnet adalah…
A.  255.252.0.0
B.  255.254.0.0
C.  255.248.0.0
D.  255.255.0.0
E.   255.255.224.0.0


Cara Penyelesaian :

2 pangkat 5 ( pangkat dari > jumlah kebutuhan subnet )
Jadi 5 +8 . /13 +8 . /21 +8 . /29, Maka Netmask nya adalah : C. 255.248.0.0

13. Range valid ip host dari ip address 192.88.25.148 255.255.255.240 adalah…
A. 192.88.25.144 – 192.88.25.158
B. 192.88.25.145 – 192.88.25.158
C. 192.88.25.145- 192.88.25.159
D. 192.88.25.144 – 192.88.25.159
E.  192.88.25.144 – 192.88.25.159

Cara Penyelesaian :
Prefix dari Subnet Mask 255.255.255.240 : /28 ( IP Kelas C )
Block Subnet : 256-240 = 16 ( 0, 16, 32, 64, 48, … 144, 160 …)
Host ID dari 192.88.25.148 berada di antara block subnet 144 -160
IP Network     : 192.88.25.144
IP Awal           : 192.88.25.145
IP Akhir          : 192.88.25.158
IP Broadcast   : 192.88.25.159
Jadi, Range IP Host yang valid untuk network 192.88.25.144 adalah : B. 192.88.25.145 – 192.88.25.158

14.  Dari ip 223.18.0.0 akan dibagi menjadi 8 subnet, masing masing subnet tersebut memiliki 30 host subnetmask yang cocok digunakan adalah…
A. 255.255.255.248(/29)
B. 255.255.255.240(/27)
C. 255.255.255.224(/28)
D. 255.255.255.192(/26)
E. 255.255.255.128(/25)

Cara Penyelesaian :
2 pangkat 3 ( pangkat dari > jumlah kebutuhan subnet )
Jadi 3 +8 . /11 +8 . /19 +8 . /27, karena hanya membutuhkan 30 host, Maka Netmask nya adalah : B. 255.255.255.240(/27)

15. IP broadcast dari ip 15.16.17.18/15 adalah …
A. 15.16.255.255
B. 15.18.255.255
C. 15.17.255.255
D. 15.19.255.255
E. 15.15.255.255

Cara Penyelesaian :
Subnet Mask dari /15 : 255.254.0.0 ( IP Kelas A )
Block Subnet : 256-254 = 2 ( 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, …)
Host ID dari 15.16.17.18 berada di antara block subnet 16 -18
IP Network     : 15.16.0.0
IP Awal           : 15.16.0.1
IP Akhir          : 15.17.255.254
IP Broadcast   : 15.17.255.255
Jadi IP Broadcast nya adalah : C. 15.17.255.255

 

ESSAY

  1. 198.53.67.0/30 –> IP class C, dari IP tersebut tentukan :
    • alamat subnet mask
    • alamat broadcast
    • alamat subnet
    • jumlah host yang dapat digunakan
    • alamat subnet ke-3

Cara Penyelesaian :

Subnet Mask: /30 = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.252
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 2– 2 = 2 host
Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
jadi blok Subnet: 0, 4, 8, 12, dst…

Maka dari perhitungan diperoleh:

  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.252
  • Alamat Subnet: 198.53.67.0, 198.53.67.4, 198.53.67.8, 198.53.67.12, … , 198.53.67.252
  • Alamat Broadcast: 198.53.67.3, 198.53.67.7, 198.53.67.11, 198.53.67.15 … 198.53.67.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 64×2 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 198.53.67.8

2.  202.151.37.0/26, dari IP tersebut tentukan :

  1. alamat subnet mask
  2. alamat broadcast
  3. alamat subnet
  4. jumlah host yang dapat digunakan
  5. alamat subnet ke-3

Cara Penyelesaian :

Subnet Mask: /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000 = 255.255.255.192
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 22 = 4 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet: 256 – 192 = 64, blok berikutnya: 64+64 = 128, 128+64 = 192
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 64, 128, 192

Maka dari perhitungan diperoleh:

  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.192
  • Alamat Subnet: 202.151.37.0, 202.151.37.64, 202.151.37.128, 202.151.37.192
  • Alamat Broadcast: 202.151.37.63, 202.151.37.127, 202.151.37.191, 202.151.37.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 4×62 = 248
  • Alamat Subnet ke-3: 202.151.37.128

3.  191.22.24.0/22 –> IP class B, dari IP tersebut tentukan :

  1. alamat subnet mask
  2. alamat broadcast
  3. alamat subnet
  4. jumlah host yang dapat digunakan
  5. alamat subnet ke-3

Cara Penyelesaian :

Subnet Mask: /22 = 11111111.11111111.11111100.00000000 = 255.255.252.0
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22– 2 = 2 host
Jumlah Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 4, 8, 12, 16, dst…

Maka dari perhitungan diperoleh:

  • Alamat Subnet Mask: 255.255.252.0
  • Alamat Subnet: 191.22.24.0, 191.22.24.4, 191.22.24.8, …, 191.22.24.252
  • Alamat Broadcast: 191.22.24.3, 191.22.24.7, 191.22.24.11, …, 191.22.24.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 2×64 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 191.22.24.8

 

4. Sebuah perusahaan memiliki persyaratan skema pengalamatan berikut :

  1. Saat ini memiliki 25 subnet
  2. Menggunakan alamat IP kelas B
  3. Memiliki maksimal 300 komputer pada segmen jaringan manapun
  4. Harus meninggalkan alamat yang paling tidak terpakai di setiap subnet

Apa subnet mask yang sesuai untuk digunakan pada perusahaan ini ?

Cara Penyelesaian :

Mencari jumlah subnet

2^n – 2 ≥ 25

2^n ≥ 27

n ≥ 5

Subnet mask 11111111.11111111.11111000.00000000

255.255.248.0

Jadi, subnet mask yang memenuhi untuk menampung 25 subnet dan maksimum 300 host adalah 255.255.248.0

5. Sebuah perusahaan berencana untuk subnet jaringannya untuk maksimal 27 host. Subnet mask mana yang akan menyediakan host yang dibutuhkan dan meninggalkan alamat yang paling tidak terpakai di setiap subnet?

Cara Penyelesaian :

2^N – 2 ≥ jumlah host

2^N – 2 ≥ 27

N ≥ 5

Subnet mask : 11111111.11111111.11111111.11100000

255.255.255.224

Jadi , subnet mask yang palig sedikitnya ada 27 host adalah 255.255.255.224

About Author

Edward Adiputra

website ini dibuat sebagai sarana berbagi ilmu pengetahuan antara pengajar dengan mahasiwa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.